‎Kubu Raya – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Dugaan tindakan kekerasan terhadap santri kembali terjadi di Pesantren Asy Syafi’iyah, Parit Sidik, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Seorang santri bernama Amir (kelas 3) diduga dianiaya kakak kelasnya berinisial Jer (kelas 7) pada Selasa (9/9/2025).

‎Peristiwa ini terungkap setelah Amir nekat kabur dari pondok dengan berjalan kaki. Menurut penuturannya, kejadian bermula ketika ia hendak memasak mi instan. Namun, air yang akan digunakan diduga diambil oleh Jer. Perselisihan kecil itu berujung pada tindak pemukulan, di mana Amir ditinju hingga mengalami babak belur dan lebam di tubuhnya.

‎Kasus ini menimbulkan keprihatinan publik. Lembaga pendidikan pesantren seharusnya menjadi tempat mendidik akhlak dan moral, bukan justru menjadi ruang suburnya praktik kekerasan.

‎Masyarakat sekitar mendesak pihak pesantren untuk segera memberikan klarifikasi dan mengambil langkah tegas terhadap pelaku. Aparat penegak hukum pun diharapkan segera turun tangan untuk mengusut dugaan penganiayaan ini agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.

‎Kekerasan di lingkungan pendidikan, khususnya pesantren, harus dihentikan. Jika dibiarkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama bisa tergerus dan merusak citra pesantren itu sendiri.”(Tim/Redaksi)