Sanggau – 22 Desember 2025

‎Berkebun di halaman rumah yang sempit kini bukan lagi sekadar hobi, melainkan dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Hal ini dibuktikan oleh Vinilianti, seorang perempuan asal Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, yang sukses mengembangkan usaha tanaman hidroponik dari teras rumahnya hingga mampu menghasilkan cuan yang menggiurkan.

‎Dalam wawancara bersama tim Brantasjejakdigital.com, yang turut didampingi Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Kecamatan Tayan Hulu, Dwi Idayani, Vinilianti menceritakan perjalanan inspiratifnya mengubah halaman rumah terbatas menjadi kebun hidroponik produktif. Usaha tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan sayur keluarga, tetapi juga berkembang menjadi bisnis yang menguntungkan.

‎Awal mula ketertarikannya pada hidroponik berangkat dari rasa iseng. Vinilianti mengaku belajar secara otodidak melalui YouTube, serta mendapat dukungan dan bimbingan dari sang suami yang berprofesi sebagai petani. Pengetahuan dasar pertanian itu kemudian ia terapkan dengan berbagai eksperimen teknik tanam hidroponik di teras rumah.

‎“Awalnya hanya iseng karena gabut, tapi lama-lama tanaman tumbuh subur dan akhirnya bisa dijual,” ujar Vinilianti.

‎Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, Vinilianti berhasil membudidayakan berbagai jenis sayuran seperti selada dan sawi, yang dipasarkan ke warga sekitar Sosok hingga ke wilayah Sanggau. Saat ini, ia telah memiliki empat titik pelanggan tetap, selain penjualan langsung ke masyarakat setempat.

‎Teknik hidroponik yang digunakan pun tergolong sederhana. Vinilianti

‎memanfaatkan paralon berlubang, atap plastik UV, mesin akuarium, serta meja dari baja ringan yang dirakit secara manual. Hasilnya, tanaman tumbuh sehat dan berkualitas tinggi, dengan harga jual mencapai Rp40.000 per kilogram, serta panen dilakukan dua hari sekali.

‎Ketekenunan dan konsistensi dalam perawatan membuat kebun hidroponik yang awalnya hanya untuk konsumsi pribadi kini menjadi sumber pendapatan. Bahkan, dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace, Vinilianti mampu menjual hasil panennya dalam jumlah besar. Dalam hitungan minggu, omzet yang diraih mencapai puluhan juta rupiah, meski lahan yang digunakan tergolong sempit.

‎Sebagai bagian dari generasi Gen Z, Vinilianti membuktikan bahwa pertanian modern dapat digeluti oleh siapa saja, termasuk anak muda dan ibu rumah tangga. Ke depan, ia berencana mengembangkan usahanya dengan menambah jenis tanaman seperti pakcoy dan sayuran organik lainnya, serta membuka lahan baru demi meningkatkan omzet.Menurutnya, kunci utama dalam berkebun adalah konsistensi dan kesabaran.

‎“Tanaman mengajarkan saya filosofi hidup, bahwa semua harus dijalani dengan sabar dan konsisten. Kalau kita terus berusaha, hasilnya pasti datang,” tuturnya.

‎Kisah sukses Vinilianti menjadi inspirasi bahwa halaman rumah yang terbatas tetap bisa memberikan manfaat ekonomi, ketenangan batin, sekaligus peluang usaha berkelanjutan. Ia berharap, terutama di momen Hari Ibu, para ibu rumah tangga dan generasi muda dapat melihat peluang Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) melalui pertanian skala kecil.

‎“Dunia mungkin butuh pahlawan, tapi bagi saya, dunia hanya butuh seorang ibu,” ucap Vinilianti kepada, “( tim redaksi).